Lantai vinyl adalah salah satu jenis lantai terbaik karena mudah dirawat, tahan air, serbaguna, dan terjangkau. Salah satu keuntungan dari lantai vinyl adalah tahan lama dan memiliki kualitas yang bagus, itulah sebabnya beberapa orang mungkin berpikir bahwa lantai vinyl yang lebih tebal bertahan lebih lama daripada pilihan yang lebih tipis.

Jadi berapa ketebalan lantai vinyl yang terbaik untuk dipasang?

Jawabannya adalah semuanya tergantung pada kebutuhan Anda dan di mana Anda memasangnya. Ada beberapa faktor selain ketebalan yang harus Anda pertimbangkan sebelum memilih lantai vinyl seperti lapisan aus, lapisan pelindung, dan lapisan penyangga.

Lantai papan vinyl memiliki ketebalan yang berbeda. Ukurannya berkisar dari sekitar 2mm hingga 8mm, tebal dan tersedia dalam berbagai desain. Meskipun ketebalan lantai vinyl mungkin tampak seperti faktor terpenting saat memilih lantai vinyl Anda, ada lebih banyak lagi yang berkontribusi pada kualitasnya.

Biasanya tebal dan tidaknya lantai yang akan kita gunakan tergantung pada kegunaannya, seperti vinyl rumah sakit tentu berbeda dengan vinyl untuk ruang tamu biasa.

Misalnya, Anda harus mempertimbangkan bagaimana produsen merakit dan merekayasa lantai vinyl karena komponen lainnya membuat lantai tahan lama.

Owh ya, untuk teman teman yang ingin tahu harga vinyl terbaru untuk berbagai keperluan, silahkan cek di suppliervinyllantai.com

Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memilih lantai vinyl Anda adalah sebagai berikut:

1) Memakai Lapisan (Wear Layer)

Lapisan aus memberikan daya tahan, tahan noda, dan tahan gores pada lantai vinyl. Ini adalah salah satu faktor terpenting yang harus diperhatikan ketika memilih lantai karena itulah yang membantu lantai Anda bertahan dari waktu ke waktu.

Lapisan keausan paling memengaruhi daya tahan lantai dan diukur dalam mil, yaitu seperseribu inci.

Lantai vinyl dengan lapisan keausan yang lebih tinggi memberikan lebih banyak ketahanan terhadap kerusakan seperti goresan dan penyok, tetapi opsi ini biasanya lebih mahal daripada yang lain. Artinya jika ingin lebih awet dan tahan lama, maka pilihlah lantai vinyl yang berkisar antara 12 juta hingga 20 juta. Disarankan untuk memiliki lapisan keausan minimal 12 mil untuk ruang hunian dan 28 mil untuk ruang komersial.

2) Lantai bawah (Subfloor)

Subfloor mengacu pada apa yang ada di bawah lantai Anda, dan Anda juga harus mempertimbangkan subfloor saat memilih ketebalan lantai vinyl.

Misalnya, cukup memilih jenis lantai vinyl yang lebih tipis untuk rumah dan bangunan dengan subfloor semen. Ini karena subfloor Anda sudah cukup kokoh dan tidak membutuhkan dukungan ekstra dari lantai. Namun, jika properti memiliki subfloor seperti kayu keras, Anda memerlukan dukungan ekstra dari opsi yang lebih tebal.

Penting juga untuk memasang lantai baru pada subfloor yang rata, bersih, dan kering untuk menjamin daya tahan dan kualitasnya. Anda mungkin juga perlu menempatkan penghalang kelembaban untuk lantai papan vinyl, terutama jika Anda menggunakan lem untuk memasangnya.

3) Lapisan Pendukung (Backing Layer)

Lapisan backing juga merupakan bagian penting dari lantai vinyl yang harus Anda pertimbangkan. Berbagai jenis lantai terbuat dari berbagai inti dan lapisan bawah yang semuanya berkontribusi pada daya tahan, kualitas, dan fungsi khusus lainnya. Berikut adalah beberapa jenis backing dan core layer serta perbedaannya:

Stone Plastic Composite (SPC): SPC terbuat dari kalsium karbonat (batu kapur), polyvinyl chloride, dan plasticizer. Ini adalah pilihan yang sedikit lebih terjangkau yang padat dan kaku. SPC juga tahan air dan kepadatannya membuatnya kurang rentan terhadap berbagai jenis kerusakan.

Waterproof Core (WPC): WPC terbuat dari polivinyl klorida, kalsium karbonat, plasticizer, bahan pembusa, dan kayu. Dibandingkan dengan SPC, itu lebih mahal tetapi mampu mempertahankan lebih banyak kehangatan. WPC juga bebas dari ftalat, tahan air, kurang padat, dan memiliki bagian bawah yang tangguh.

Bahan yang Dapat Didaur Ulang: Selain SPC dan WPC, beberapa produsen mungkin menggunakan bahan yang dapat didaur ulang untuk membuat inti lantai vinyl. Ini adalah opsi yang bagus untuk orang yang mencari opsi yang lebih ramah lingkungan, tetapi tidak memberikan daya tahan yang sama seperti SPC atau WPC.

Selain subfloor dan backing layer, underlayment juga memainkan peran penting dalam memberikan bantalan ekstra. Underlayment adalah bahan tipis di bawah lantai yang membantu penyerapan suara, dukungan struktural, dan insulasi. Jika lantai tidak memiliki lapisan bawah, Anda akhirnya dapat menambahkan lapisan bawah saat memasang lantai papan vinyl.

4) Lapisan Pelindung (Protecting Coating)

Faktor terakhir yang mungkin ingin Anda pertimbangkan saat memilih ketebalan lantai vinyl Anda adalah lapisan pelindungnya. Lapisan pelindung adalah lapisan akhir lantai, dan biasanya terbuat dari lapisan akrilik atau lilin. Pelapisan seperti ini mungkin sulit untuk dirawat karena lantai perlu dilapisi ulang setiap 2 hingga 3 bulan.

Untungnya, produsen telah menemukan cara untuk menyediakan lantai vinyl dengan lapisan pelindung tanpa proses harus menerapkannya kembali setiap beberapa bulan. Pelapis pelindung saat ini biasanya terbuat dari lapisan dasar urethane yang bening untuk menjaga tampilan lantai.

Lapisan urethane bertahan sepuluh kali lebih lama dari lapisan akrilik dan memberikan lebih banyak ketahanan noda dan perawatan yang lebih mudah.

Ada juga berbagai jenis pelapis uretan yang tersedia di pasaran. Beberapa pelapis sekarang diproduksi dan direkayasa dengan bahan yang lebih canggih, seperti pelapis uretan yang disempurnakan. Opsi ini mengandung aluminium oksida yang memberikan perlindungan lebih pada lantai terhadap keausan dan kerusakan. Meskipun pelapis urethane lebih tahan lama, mereka masih perlu diterapkan kembali setiap 2-3 tahun untuk tujuan pemeliharaan.