Mengenal Demam Pada Bayi dan Pertolongan Pertama yang Bisa Anda Lakukan

Panas yang terjadi pada bayi seringkali membuat para ibu menjadi gusar. Terlebih lagi jika sebelumnya si kecil tampak sehat namun kemudian suhu tubuh melonjak dengan drastis. Pasti ibu akan merasa sangat cemas bukan? Tidak perlu panik karena kepanikan justru membuat Anda tidak bisa mengatasi panas si kecil dengan maksimal. Untuk itu sebaiknya Anda tetap tenang agar bisa menerapkan cara menurunkan panas bayi dengan benar.

Kapan anak dikatakan demam?

Saat suhu badan bayi mencapai 38 derajat celcius, maka ini mengindikasikan bahwa si kecil tengah mengalami demam. Demam adalah reaksi yang timbul dikarenakan tubuh sedang berjuang melawan benda asing yang masuk, contohnya adalah bakteri dan virus. Namun, selain bakteri dan virus, naiknya suhu tubuh si kecil juga bisa disebabkan oleh beberapa hal yaitu :

  1. Suhu udara yang panas
  2. Reaksi setelah imunisasi
  3. Tumbuh gigi
  4. Memakai pakaian terlalu tebal atau tertutup
  5. Autoimun

Yang harus dilakukan ketika anak demam

Jika anak Anda mengalami demam, tidak perlu terburu-buru membawanya ke dokter. Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan sebagai cara menurunkan panas bayi sebagai pertolongan pertama di rumah!

1.     Mengompres

Cara pertama yang dapat Anda lakukan adalah mengompres anak dengan kain yang dibasahi air hangat.

2.     Matikan AC dan juga kipas angin

Bila Anda memiliki ruang dengan pendingin ruangan atau kipas angin, matikan sejenak dan ganti dengan udara alami yang berasal dari jendela. Hal ini untuk menetralkan suhu ruangan Anda, sehingga si kecil bisa berkeringat dan melalui keringat tersebut virus dan bakteri itu keluar.

Selain itu, penggunaan kipas angin atau AC pada anak yang sedang demam juga berbahaya karena dapat menyebabkan masuk angin dan membuat anak menjadi mual.

3.     Berikan ASI atau air putih hangat

Jika Anda sudah melakukan cara yang kedua, maka Anda berkewajiban untuk memberikan ASI atau air putih hangat sebagai pengganti cairan tubuh agar si kecil tidak dehidrasi. Air putih atau ASI juga akan membuat si kecil sering buang air kecil sehingga bakteri dan virus juga dapat terbuang melalui air seni.

Demam tidak selalu menandakan penyakit yang berbahaya, namun ada beberapa kondisi yang harus Anda sadari sebagai tanda penyakit yang lebih serius. Anda harus waspada ketika bayi mengalami demam yang disertai dengan tanda-tanda seperti ini :

  1. Tidak Nafsu makan
  2. Lesu
  3. Tidak responsif
  4. Terdapat ruam di kulit
  5. Muntah
  6. Diare
  7. Susah tidur
  8. Sesak napas
  9. Mulut kering
  10. Kejang

Bila hal ini terjadi pada si kecil ketika demam, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Bila demam si kecil tidak kunjung turun dan makin parah dalam waktu 24 jam, segera hubungi dokter.

Selain itu Anda juga perlu tahu, jika si kecil berusia kurang dari tiga bulan, maka suhu tubuh diatas 38 derajat sudah termasuk dalam kategori darurat dan harus segera dibawa ke dokter untuk mengetahui cara menurunkan panas bayi.

Bayi yang berusia dibawah tiga bulan memiliki lapisan pelindung pembuluh darah dan sistem saraf pusat yang masih tipis, sehingga jika si kecil mengalami demam yang disebabkan oleh infeksi bakteri, maka penyebaran akan lebih cepat menyebar ke seluruh tubuh.

Selain itu, bayi yang berusia dibawah tiga bulan belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik sehingga bila si kecil sakit akan memudahkan virus atau bakteri lain masuk dan menyerang kekebalan tubuh anak Anda. Bayi yang masih kecil juga seringkali tidak menunjukkan tanda-tanda jika mengalami infeksi sehingga dibutuhkan tes darah atau tes urine untuk mengetahui apakah ada infeksi yang serius.

Menjadi ibu memang menuntut Anda untuk tahu banyak hal karena setiap hari akan selalu mendapat kejutan baru dari si kecil, termasuk ketika tiba-tiba si kecil mengalami demam. Bahkan sejak si kecil dalam kandungan pun Anda tentu sudah rajin mencari informasi seputar kehamilan maupun hal-hal yang berkaitan dengan ibu dan anak.