Ketahui lima kebaikan menyara anak yatim, Bacalah Seksama

1. Menyantuni anak yatim buat harta yang berkah

Sedekah ataupun kontribusi yang diberikan kepada anak yatim di panti asuhan tidak hendak membuat harta menurun. Kebalikannya, sedekah itu hendak membuka pintu rezeki lain yang dapat membuat harta terus menjadi meningkat. Terlebih, Allah dalam Alquran Pesan Saba ayat 39 menarangkan kalau Ia merupakan sebaik- baiknya pemberi rezeki.

2. Hartanya hendak ditukar oleh Allah SWT

Orang yang menafkahkan hartanya dalam ketaatan, hendak ditukar oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ ala. Perihal ini berarti pula tercantum orang- orang yang menafkahkan hartanya buat para yatim piatu.

قُلۡ إِنَّ رَبِّي يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ وَيَقۡدِرُ لَهُۥۚ وَمَآ أَنفَقۡتُم مِّن شَيۡءٖ فَهُوَ يُخۡلِفُهُۥۖ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلرَّٰزِقِينَ  ٣٩

Katakanlah:“ Sebetulnya Tuhanku melapangkan rezki untuk siapa yang dikehendaki- Nya di antara hamba- hamba- Nya serta menyempitkan untuk( siapa yang dikehendaki- Nya).” Serta benda apa saja yang kalian nafkahkan, hingga Allah hendak mengubahnya serta Dia- lah Pemberi rezki yang sebaik- baiknya”( QS. Saba’: 39).

3. Menyantuni Anak Yatim Membuat Kita Tercantum Orang yang Bertaqwa

Orang yang menafkahkan hartanya dalam waktu luas ataupun kecil, hingga perihal ini dapat pula menafkahkan hartanya buat para yatim, tercantum orang- orang yang bertakwa.

۞وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٖ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ  ١٣٣ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلۡكَٰظِمِينَ ٱلۡغَيۡظَ وَٱلۡعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ  ١٣٤

“ Serta bersegeralah kalian kepada ampunan dari Tuhanmu serta kepada surga yang luasnyya seluas langit serta bumi yang disediakan buat orang- orang yang bertaqwa, ialah orang- orang yang menafkahkan sebagian hartanya, baik diwaktu luas ataupun kecil serta orang- orang yang menahan amarahnya serta memaafkan kesalahan orang. Allah menggemari orang- orang yang berbuat kebajikan”( Q. S. Ali- Imron: 133- 134)

4. Ditempatkan di dekat Rasulullah SAW

Muhammad shallahu‘ alaihi wassalam merupakan teladan untuk seluruh umat muslim. Kedatangan dia di dunia ini jadi penyelamat manusia dari gelapnya kesyirikan serta kejahiliyahan. Sifatnya yang begitu karim, perkataannya yang begitu hasan, serta perilakunya yang begitu suci membuat tiap muslim rindu bersebelahan dengan dia, tahu dekat dengan pacar Allah ta’ ala tersebut.

Pastinya tidak seluruh muslim memperoleh keakraban ekslusif dengan Rasul shallallahu‘ alaihissalam di surga nanti. Umatnya yang sangat hirau kepada yatimlah yang memperoleh golden tiket tersebut. Perihal ini jelas sekali dia ucapkan lewat lisannya yang mulia,

“ Saya serta orang yang mengurus ataupun memelihara anak yatim hendak terletak di surga begini,” kemudian dia mengisyaratkan dengan jari telunjuk serta jari tengah dan merenggangkannya sedikit.”( HR Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud serta Ahmad dari Sahl bin Sa’ d).

Betapa dekatnya telunjuk serta jari tengah. Suatu berita gembira yang harusnya disambut dengan antusiasme besar oleh umatnya yang beriman kepada risalah dia. Di manakah peran Nabi di surga nanti? Pastinya dia memperoleh tempat paling tinggi yang sudah dijanjikan oleh Allah. Bila dia terletak di tempat paling tinggi, pastinya orang– orang yang terdekatnya juga terletak di tempat yang sama tingginya dengan dia.

5. Tidak tercantum kalangan yang ingkar atas hari pembalasan

Orang- orang yang bersedekah kepada yatim piatu tidak tercantum orang yang mendustakan ataupun mengingkari terdapatnya hari pembalasan. Dalam pesan Al- Mauun, disebutkan kalau salah satu orang yang mendutakan hari pembalasan merupakan mereka yang menghardik para yatim.

أَرَءَيۡتَ ٱلَّذِي يُكَذِّبُ بِٱلدِّينِ  ١ فَذَٰلِكَ ٱلَّذِي يَدُعُّ ٱلۡيَتِيمَ  ٢ وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلۡمِسۡكِينِ  ٣ فَوَيۡلٞ لِّلۡمُصَلِّينَ  ٤ ٱلَّذِينَ هُمۡ عَن صَلَاتِهِمۡ سَاهُونَ  ٥ ٱلَّذِينَ هُمۡ يُرَآءُونَ  ٦ وَيَمۡنَعُونَ ٱلۡمَاعُونَ  ٧

“ Mengerti kah kalian( orang) yang mendustakan hari pembalasan? Seperti itu orang yang menghardik anak yatim, serta tidak menyarankan berikan makan orang miskin. Hingga kecelakaanlah untuk orang- orang yang shalat,( ialah) orang- orang yang lalai dari shalatnya. Orang- orang yang berbuat riya’ serta enggan( membantu dengan) benda bermanfaat.”( QS. Al Maa’ uun: 1- 7).

Jom Berbuat Baik Bersama-sama Menyokong Anak Yatim, Klik SINI.