Mempertahankan kesehatan gigi dengan teratur menyikat dan berkunjung dokter secara periodik, perlu dikerjakan semua bagian keluarga. Bila ini sebagai pertama kali Anda akan bawa anak check gigi ke dokter, seharusnya pilih ke dokter specialist kedokteran gigi anak, yakni dengan titelnya Sp.KGA.

Sama seperti dokter umum yang mempunyai dokter specialist anak, rupanya dokter gigi juga punyai specialist yang khusus tangani anak-anak.

Sesuai namanya, specialist kedokteran gigi anak khusus menangangi pasien yang anak-anak, yakni semenjak dia tumbuh gigi pertama, yakni di antara umur empat sampai 5 bulan.

Lihat juga : Dokter Gigi Di Bandung

Nach, dokter specialist kedokteran gigi anak dapat terima referensi dari dokter specialist anak (Sp.A). Misalkan saat dilaksanakan pengecekan dan diketemukan permasalahan pada mulut dan gigi anak, karena itu dokter anak itu bisa mengarah pasien untuk dibawa ke dokter gigi specialist anak.

“Dokter anak itu (perannya bisa jadi) diagnosis. Karena mereka yang (lebih) kerap bertemu dengan anak cocok vaksin, cocok lawatan teratur per 6 bulan. Kelak dokter anak itu (lakukan) berbaikan ke dokter gigi. Karena, kesadaran orangtua untuk periksakan gigi anak dengan teratur masih tidak cukup, sehingga kita kerap terima pasien referensi,” terangnya.

Hal yang lain dipunyai dokter gigi anak -yang kemungkinan tidak ada pada dokter gigi biasa- ialah kekuatannya dalam tangani pasien anak-anak, terlebih jika mereka demikian takut hingga tidak kooperatif sesampai di ruangan praktek dokter gigi.

Ini karena pendekatan pada pasien anak pasti berlainan dengan pasien dewasa. Di ruang prakteknya, drg. Annisa yang dekat disapai Icha ini sudah mempersiapkan sekotak hadiah-hadiah lucu untuk pasiennya itu.

“Kelak jika sudah usai (dicheck) karena itu diberi hadiah,”

Ini sebagai langkah Icha dalam tumbuhkan rasa dan sikap positif anak pada dokter gigi. Karena, hal perawatan gigi, perlu dilaksanakan sejak awal kali sampai dewasa.

Menurut Icha, sebetulnya tidak ada permasalahan jika anak dibawa ke dokter gigi umum. Argumennya karena tidak seluruhnya poli gigi di setiap wilayah mempunyai dokter gigi anak.

Yakinkan saja, Anda pilih dokter gigi yang umum tangani anak. Karena itu, penting lakukan survey skala kecil misalkan dengan menanyakan ke rekan yang pernah bawa anak ke situ dan punyai pengalaman positif. Masalahnya Mam, jika anak alami pengalaman yang kurang kenakan, itu dapat membuat malas dan malas ke dokter gigi sampai dia dewasa kelak.

Tetapi, beda hal jika anak mempunyai keadaan khusus, Icha merekomendasikan seharusnya dibawa ke dokter gigi specialist anak.

“Seandainya ada perawatan kompleks, misalkan anaknya autisme atau hiperaktif umumnya dokter gigi umum mengarah. Atau misalkan perawatannya sampai terkena saraf, anaknya sampai lebam mukanya itu karena itu di berbaikan ke dokter gigi anak,” tutupnya.

Sumber : Dokter Gigi Di Bandung