Cara Menggambar Wiring Diagram untuk Instalasi Lisrik

 

Cara Menggambar Wiring Diagram untuk Instalasi Lisrik

 

 

Wiring Diagram – Sebelum Anda memulai pemasangan rangkaian listrik di rumah. Tentu Anda membutuhkan sebuah gambaran untuk rangkaian listrik di rumah Anda. Cara terbaik untuk menggambarkan sketsa rangkaian listrik untuk rumah Anda adalah dengan menggunakan wiring diagram. Wiring diagram atau juga biasa disebut dengan diagram pengkabelan merupakan suatu teknik penggambaran konfigurasi instalasi peralatan listrik.

Semisal, instlasi perlatan listrik di substation pada CB, dari panel sampai box CB yaitu meliputi aspek telecontrol, telesignaling, dan telemetering. Semua aspek itu memerlukan wiring diagram yang digunakan untuk mencari letak gangguan, menambah peralatan auxillary baru, dan lain sebagainya. Dengan demikian, proses instalasi listrik di rumah akan sangat mudah, cepat, dan juga tepat untuk Anda lakukan.

Dalam wiring diagram terdapat sebuah rangkaian pengkabelan atau pengkawatan peralatan elektronik khusus yang ditandai dengan simbol-simbol dalam bentuk yang di sederhanakan. Diagram pengkabelan ini bisa kita ibaratkan sebagai peta yang menunjukkan fungsi atau rangkaian dari suatu peralatan elektronik beserta dengan komponen-komponennya yang saling terhubung.

Alhasil aliran arus pada rangkaian elektronik akan terbaca dengan mudah dan jelas. Lalu, bagaimana cara menggambar wiring diagram untuk instalasi lisrik di rumah? Silahkan Anda simak panduannya dalam penjelasan di bawah ini.

Cara Menggambar Wiring Diagram

Perlu Anda pahami terlebih dahulu, bahwa jalur arus listrik harus digambarkan dengan simbol garis lurus tanpa adanya perpotongan garis. Untuk posisi ruang dan interkoneksi mekanik dari masing-masing bagian tidak perlu Anda gambarkan dalam sketsa diagramnya. Diagram harus menunjukkan urutan pensaklaran dan metode operasi dari suatu rangkaian elektronik jelas dan tepat.

Kumparan magnet atau kontaktor juga perlu Anda susun sedemikian rupa, sehingga nantinya akan menghasilkan satu terminal yang tersambung langsung ke bagian jalur netral dalam rangkaian control. Semua kontak yang Anda operasikan dengan satu kontaktor, harus memiliki penandaan yang sama persis seperti kontaktornya.

Untuk gambaran terminal sendiri harus Anda beri nomor yang sama seperti pada tabel terminal dan rangkaian listrik. Sedangkan, jika rangkaiannya besar. Kami sarankan untuk membuat diagram pengkabelan dibagi menjadi jalur-jalur arus. Dan untuk diagram alatnya, dapat Anda gambarkan di bawah jalur arus.

Jenis kontak saklar naik, normal, tertutup, atau terbuka, bagian di mana kontak terletak harus bebas. Setiap bagian alat tersebut harus Anda tandai dengan kode huruf untuk memberitahukan perbedaan atau jenis-jenisnya. Jika ada bagian dari jenis yang sama, maka diberi nomor secara berurutan.

Itulah dia sekilas pembahasan tentang cara menggambar wiring diagram yang telah kami rangkum untuk Anda. Demikianlah pembahasan artikel ini kami buat. Semoga bermanfaat untuk Anda.